Pembahasan Cukai Rokok di Indonesia Lembaga Demografi FEB UI
Pembahasan Cukai Rokok di Indonesia Lembaga Demografi FEB UI | Rokok LD

Ten Things You Need To Know About Rokok LD Today | Rokok LD

Posted on

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) diminta untuk memperketat pengawasan terhadap rokok murah pada Ramadhan saat ini.

Pembahasan Cukai Rokok di Indonesia Lembaga Demografi FEB UI - Rokok LD
Pembahasan Cukai Rokok di Indonesia Lembaga Demografi FEB UI – Rokok LD | Rokok LD
Anti Rokok By Yehet Production! - YouTube - Rokok LD
Anti Rokok By Yehet Production! – YouTube – Rokok LD | Rokok LD

Produsen rokok sebenarnya telah mendapat keringanan yakni dapat menjual harga rokok hanya 85 persen dari banderol yang tertera dalam pita cukai. Namun di lapangan, masih ada sejumlah produsen nakal yang menjual harga rokok jauh lebih murah, yakni di bawah 85 persen dari harga banderol.

Ha tersebut tertuang dalam Peraturan Dirjen Bea Cukai Nomor 37 Tahun 2017. Dalam beleid ini disebutkan bahwa harga transaksi pasar (HTP) yang merupakan harga jual akhir rokok ke konsumen, boleh 85 persen di bawah harga jual eceran (HJE) atau banderol yang tercantum dalam pita cukai. Hal ini boleh dilakukan, asal tidak lebih dari 40 kota yang disurvei oleh kantor Bea Cukai.

Peneliti Center of Human and Economic Development Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD), Adi Musharianto, menilai maraknya peredaran rokok murah berdampak pada beberapa produsen rokok yang turun golongan.

Dia mencontohkan, selisih tarif cukai antara golongan 1 dan 2 untuk segmen sigaret kretek mesin (SKM) cukup besar. Hal ini artinya perusahaan golongan 1 yang turun, dapat menghemat biaya produksi dari pembelian cukai hingga 38 persen per batang rokok yang dijual.

Cukai Naik, Harga Rokok Singapura Termahal Dunia - MYNEWSHUB - Rokok LD
Cukai Naik, Harga Rokok Singapura Termahal Dunia – MYNEWSHUB – Rokok LD | Rokok LD

Selisih tarif cukai tersebut dimanfaatkan oleh pabrikan untuk mendapatkan allowance yang lebih besar, karena masih dapat memproduksi hingga 3 miliar batang rokok dalam setahun.

“Betul bahwa bisa terjadi pergeseran konsumsi ke rokok murah. Salah satu burden perusahaan rokok turun golongan adalah meraih besaran HJE dan tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang dibayarkan kepada negara lebih murah. Dalam kondisi pandemi seperti ini, harga murah tentu menjadi buruan bagi konsumen termasuk harga rokok,” ujar Adi dalam keterangannya, Selasa (20/4).

Fenomena harga rokok menjadi semakin murah juga berpotensi membuka akses bagi anak-anak untuk merokok. Padahal, tujuan penetapan batas HJE dan cukai rokok adalah mengendalikan konsumsi rokok agar tidak terjangkau rakyat miskin dan anak-anak.

“Namun apabila rokok dijual dengan harga murah, tentu akan menghambat upaya pengendalian tembakau,” katanya.

Untuk itu, Adi merekomendasikan agar pemerintah lebih tegas untuk mengawasi penerapan kebijakan harga. Apalagi saat ini juga banyak perusahaan yang menjual produknya dengan harga yang lebih murah dari harga banderol yang telah ditetapkan sesuai cukainya.

“Pengawasan harga rokok menjadi hal yang burning yang harus dilakukan oleh pemerintah saat ini,” kata Adi.

Perubahan pola konsumsi masyarakat untuk memilih harga rokok yang lebih murah telah berdampak pada perusahaan rokok. Sebagian perusahaan besar yang tadinya ada di golongan 1 dengan produksi di atas 3 miliar batang, kini menurunkan produksinya di bawah 3 miliar batang.

Sejumlah perusahaan besar seperti PT Nojorono Tobacco International (NTI) dan Korea Tomorrow & Global Corporation (KT&G) kini turun golongannya menjadi lebih rendah l, yakni di golongan 2.

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto menjelaskan, kedua pabrikan rokok yang turun golongan, dari golongan 1 ke golongan 2, karena produksinya yang juga menurun.

“Produksi rokok kedua pabrikan tersebut sepanjang tahun 2020 kurang dari 3 miliar batang,” ujar Nirwala.

Dia mengatakan, penyebab penurunan golongan ini terjadi karena turunnya permintaan atas merek rokok yang diproduksi kedua pabrikan itu.

“Permintaan turun bisa daya beli masyarakat yang melemah atau perubahan selera konsumen atau bisa juga sebab lainnya,” tambahnya.

Ten Things You Need To Know About Rokok LD Today | Rokok LD – Rokok LD
| Welcome in order to my own blog site, in this particular time I will teach you concerning keyword. And today, this is the very first photograph: