maniac rokok: Vogue Nippon March 2011
maniac rokok: Vogue Nippon March 2011 | Rokok Vogue

The Shocking Revelation of Rokok Vogue | Rokok Vogue

Posted on

Ada sikap mendasar pada koleksi yang sangat ‘Inggris’ ini, menjadi unik namun eksentrik dan benar-benar otentik dalam cara Anda mengekspresikan diri

maniac rokok: Vogue Nippon March 2011 - Rokok Vogue
maniac rokok: Vogue Nippon March 2011 – Rokok Vogue | Rokok Vogue
Dinghao Kotak Rokok Fashion Aluminium Cigarette Case - DH  - Rokok Vogue
Dinghao Kotak Rokok Fashion Aluminium Cigarette Case – DH – Rokok Vogue | Rokok Vogue

Tisci ingin memperlihatkan bahwa perempuan juga bisa melakukan apa yang biasa dilakukan oleh kaum lelaki, dan mereka juga memiliki kekuatan dan kemampuan yang sama dengan lawan jenisnya.

Tisci melalui karyanya menunjukkan kekuatan yang dimiliki oleh perempuan beat di perkotaan. Melalui fesyen dia memperlihatkan bagaimana kekuatan feminitas bisa mempengaruhi segalanya.

Baca juga: Burberry rancang belvedere pesan ekslusif untuk manjakan konsumen

Dan mungkin semesta mendukung visi Kartini dan Tisci, dua orang yang berbeda jaman, ras, bahkan jenis kelamin ini. Tisci menggelar pagelaran busana secara alive melalui Instagram TV dari akun resmi Burberry pada Rabu, 21 April. Sementara di Indonesia, 21 April selalu dirayakan sebagai Hari Kartini.

“Saya ingin koleksi ini terasa benar-benar melambangkan kekuatan energi feminin, selayaknya baju zirah beat yang menampilkan ambience garang yang khas,” kata Tisci dalam pernyataannya.  Kolase tangkapan layar dari laman Burberry, memperlihatkan sejumlah archetypal memamerkan karya terbaru dari rumah approach Burberry untuk koleksi busana wanita Musim Gugur/Dingin 2021. (ANTARA/Burberry.com)

“Ada sikap mendasar pada koleksi yang sangat ‘Inggris’ ini, menjadi unik namun eksentrik dan benar-benar otentik dalam cara Anda mengekspresikan diri,” tambah Tisci.

Dengan tema yang mengusung unsur feminin seperti itu, sebagian besar orang akan mengira bahwa Tisci akan membawa koleksinya untuk fokus pada unsur-unsur feminin seperti burden floral, kemudian menciptakan bentuk dan pakaian yang feminin, ringan, mungil, dan anggun.

maniac rokok: Vogue Russia February - Anja Rubik & Sasha Knezevic - Rokok Vogue
maniac rokok: Vogue Russia February – Anja Rubik & Sasha Knezevic – Rokok Vogue | Rokok Vogue

Baca juga: Yuni Shara bilang boots Burberry-nya sepatu lama

Namun dalam pagelaran busana yang digelar secara adventuresome ini, bukan unsur feminin seperti itu yang diperlihatkan oleh Tisci. Tisci banyak memperlihatkan sisi maskulin dan androgini atau yang saat ini banyak dikenal dengan sebutan “gender-fluid”.

Koleksi dari rumah approach asal Inggris untuk Musim Gugur/Dingin 2021 ini seperti menantang konsep konvensional “feminin” yang kerap kali menggunakan jenis kain seperti chifon atau organza serta tulle, yang menampilkan pakaian atau gaun elegan yang menjuntai-juntai, yang berkibar ketika tertiup angin.

Namun bukan itu yang ingin diperlihatkan oleh Tisci. Koleksi kali ini banyak memperlihatkan bentuk linier dan garis tajam. Sejumlah kritikus fesyen menyebut koleksi Tisci ini sebagai “evolusi siluet busana wanita”.  Kolase tangkapan layar dari laman Burberry, memperlihatkan sejumlah archetypal memamerkan karya terbaru dari rumah approach Burberry untuk koleksi busana wanita Musim Gugur/Dingin 2021. (ANTARA/Burberry.com) Kolase tangkapan layar dari laman Burberry, memperlihatkan sejumlah archetypal memamerkan karya terbaru dari rumah approach Burberry untuk koleksi busana wanita Musim Gugur/Dingin 2021. (ANTARA/Burberry.com)

Kepada Vogue, Tisci mengungkapkan bahwa dia mendapatkan banyak referensi mengenai evolusi cara berpakaian perempuan yang dimulai dari alam terutama berabad-abad yang lalu.

Baca juga: Burberry danai penelitian untuk vaksin COVID-19

“Sepanjang sejarah, kostum yang dikenakan orang pada jaman purba dirancang sedemikian rupa untuk dongeng anak-anak (cerita The Flinstone), garis besar yang naif, tetapi dibuat jauh lebih sensual,” katanya.

Kemampuan adaptasi perempuan pada perkembangan jaman dia tuangkan dalam koleksinya, tidak banyak siluet, namun ada banyak band untuk menunjukkan evolusi cara berpakaian perempuan.

Setiap bagian dari koleksi dibuat dengan sangat memperhatikan detil, baik itu pada pengerjaan pola atau pun penggunaan warna. Tiap potongan diberi “pembatas” yang khas dengan pilihan bahan atau warna tegas serta kontras.

Baca juga: Bantu perangi corona, Burberry produksi baju pelindung medis

Kemudian beberapa sentuhan aksentuasi tampak di berbagai tempat tanpa terkesan berlebihan, seperti rumbai bulu, cut-out pada bahu, potongan lengan yang longgar, tambahan bahan pada bagian bawah pakaian dan lain sebagainya.

Setiap archetypal memperagakan tampilan dengan berbagai band busana yang berbeda-beda. Tisci seperti ingin memperlihatkan bahwa tiap individu perempuan memiliki cara berpikir yang berbeda namun punya kekuatan yang sama. Ada archetypal yang tampil dengan mantel bulu dan parka, jubah bermotif, gaun ketat bermandikan payet emas dan aperture friging.  Kolase tangkapan layar dari laman Burberry, memperlihatkan sejumlah archetypal memamerkan karya terbaru dari rumah approach Burberry untuk koleksi busana wanita Musim Gugur/Dingin 2021. (ANTARA/Burberry.com) Kolase tangkapan layar dari laman Burberry, memperlihatkan sejumlah archetypal memamerkan karya terbaru dari rumah approach Burberry untuk koleksi busana wanita Musim Gugur/Dingin 2021. (ANTARA/Burberry.com)

Tisci memperlihatkan sensualitas perempuan tanpa terlihat barnyard melalui gaun emas dengan aksen draperi di bagian dada, yang mengingatkan pada cara berbusana dewi-dewi Yunani. Adapula padanan jaket dengan pola bertumpuk yang dipadu dengan gaun attempt close monokrom putih hitam, namun tampak “sopan” dengan dalaman turtle close cobweb hitam.

Baca juga: Burberry rencanakan pagelaran busana “phygital” untuk Musim Semi 2021

Beberapa aksesori dan penutup kepala juga banyak digunakan. Topi yang menyerupai peci, dengan rumbai di bagian kiri dan kanan, kemudian menjuntai hingga lutut. Tisci tampak ingin bereksperimen dengan bentuk dan proporsi yang lebih beat tanpa kehilangan unsur maskulin.

Dari sudut pandang pemilihan kain, ada beragam kain dan tekstur yang digunakan oleh Tisci. Pria asal Italia ini bermain dengan aneka jenis kain, pola, bahkan bulu yang mewah. Tisci juga bermain dengan warna yang tampak maskulin namun sekaligus feminin. Warna-warna yang digunakan sebagian besar adalah warna netral seperti oranye, emas, coklat, dan krem, warna warni khas Burberry.

Dikutip dari laman Instagram Burberry, Tisci juga memberikan sentuhan warna yang mewakili optimisme seperti kuning cerah, merah, biru dan merah muda.

“Feminitas adalah hal yang sangat seksi, menurutku, tapi tanpa menjadi vulgar. Feminitas adalah sesuatu yang sangat ingin saya capai di Burberry begitu saya bekerja di rumah approach ini. Karena menurut saya, ini adalah perusahaan yang sangat maskulin,” kata Tisci.

Baca juga: Burberry luncurkan masker kain dengan burden ikonik

Baca juga: Burberry jadikan stafnya sebagai archetypal untuk koleksi terbaru

Oleh Maria Rosari Dwi PutriEditor: SuryantoCOPYRIGHT © ANTARA 2021

The Shocking Revelation of Rokok Vogue | Rokok Vogue – Rokok Vogue
| Encouraged to be able to our blog site, with this occasion I’m going to provide you with concerning keyword. And today, here is the 1st picture: